Aku dan Kampungku



 

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamualaikum Wr. Wb

Selamat datang di blog ke-2 saya

Di blog kedua ini saya akan menceritakan tentang saya dan kampung saya

 

  Desa Sekuduk, Kecamatan Sejangkung, kabupaten Sambas adalah tempat saya dibesarkan. Dimana mayoritas penduduknya beragama Islam, dan bersuku melayu. Kampung saya memang jauh  dari kota, tapi penuh dengan kedamaian dan ketentraman.  Mayoritas penduduk desa saya bekerja  sebagai petani. Banyak yang bilang kampung saya kampung yang mengedepankan keagamaan, dimana pendidikan disini juga berstandar agama, contohnya sekolah, dimana kampung saya ini terdapat sekolah RA, MIN, Dan MTs. Tidak hanya itu, dikampung saya ini juga terdapat kelebihan dalam bidang olahraga, dan kesenian. Contoh dalam bidang  olahraga yaitu sepak bola, volly dan badminton, dan contoh dalam bidang kesenian, yaitu dzikir, kasidah dan radat koko, Dimana radat koko ini susah untuk ditemukan dikampung maupun kota. Etssss tidak hanya itu, kampung kami juga mempunyai sanggar yaitu sanggar kammas sekatri dan musik tanjidor. Alhamdulillah di bidang olahraga yang sangat unggul, dan banyak diketahui olah kampung lain yaitu sepak bola, dan volly dan dalam bidang kesenian yang sangat unggul yaitu kasidah, dan music tanjidor. Suatu hal yang paling menarik perhatian saya adalah ketika menginjakkan diri pada bulan Ramadhan . dimana pada bulan ini mempunyai keunikan tersendiri , membuat sebuah rutinitas tertentu dikampung saya, dengan adanya bulan suci ini, rutinitas berubah dan lebih diarahkan kepada pembekalan-pembekalan ruhaniah, motivasi tersendiri bagi setiap insan yang merasakan keberkahan bulan ini.

 Tidak sampai disitu, dikampung saya ketika ada acara pernikahan atau acara besar lainnya terdapat adat saprahan, maksud saprahan disitu para tamu undangan masuk kedalam satu forum yang biasa kami sebut ‘’ tarup’’. Disitu laki-laki dan perempuan dipisahkan forumnya, pada saat menyantap makanan kami membuat lingkaran yang terdiri dari enam orang dengan duduk dilantai, dan ditengah lingkaran yang kami buat tadi terdapat makan yang akan disantap.

 Ketika ada acara yang dibuat oleh satu penduduk setempat, para warga tidak hanya sekedar hadir untuk memenuhi undangan, tetapi mereka juga membantu acara tuan rumah dengan sukarela dan hanya rela dibayar dengan sungguhan  air kopi, atau teh hangat dan kue untuk membantu suksesnya acara tersebut, begitu juga ketika menjelang puasa atau kedatangan bupati atau pemerintah kota, dengan komando dari ketua RT melalui pengeras suara di masjid untuk bekerja bakti membersihkan jalan kampung secara kompak dan tanpa pamrih, para warga secara suka rela membersihkan jalanan kampung agar terihat bersih dan nyaman dilewati. Inilah kampung saya, yang barangkali nuansa gotong royong, yang dibalut dengan nuansa kekeluargaan dan rasa saling memiliki satu warga dengan warga lain itu masih sangat kental. Inilalah kampung saya , yang diantaranya hijau pepohonan  dan terlihat anak kecil yang dengan tertawa renyahnya berlarian dan berkejaran satu sama lain dalam permainan petak umpet, berlarian kesana kemari mengejar layangan dan bermain air disungai.

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer