Kultur Sekolah
Nama: Nurul Huda
NIM: 12001319
Kelas: 4H PAI
Makul: Magang 1
Dosen Pengampu: Farninda
Aditya, M.Pd.
Assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh
Hello Everyone, kaifa halukum? Semoga selalu dalam keadaan
sehat walafiat.
Pada kali ini saya akan membahas suatu yang mungkin tidak
asing lagi bagi teman-teman.
Apa itu? Yaa kali ini saya akan membahas pemahaman saya yaitu
tentang "Kultur Sekolah". Sebelum masuk kedalam pembahasan apa itu
kultur sekolah dan karateristiknya, bagaimana kultur sekolah yang baik serta
bagaimana implementasi dari kuktur sekolah tersebut, alangkah baiknya kita
terlebih dahulu mengetahui pengertian dari kultur dan sekolah.
Culture, merupakan istilah bahasa asing (Bahasa Inggris) yang artinya kebudayaan, culture berasal dari kata latin “colere” yang berarti mengolah atau mengerjakan. Colore bisa juga diartikan sebagai mengolah tanah atau bertani. Dari asal arti tersebut yaitu “colere” kemudian “culture” diartikan sebagai segala daya dan kegiatan manusia untuk mengolah dan merubah alam. Dalam Bahasa Indonesia, kata culture diterjemahkan sebagai “kultur”. Yang mana dalam kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) arti kata kultur adalah kebudayaan, adat istiadat, sesuatu yang menjadi suatu kebiasaan yang sulit diubah. Contoh kultur Barat dan kuktur Timur. Arti lainnya dari kultur adalah pemeliharaan.
Sekolah
merupakan suatu wadah untuk berlangsungnya aktifitas kegiatan belajar mengajar.
Yang mana belajar dan mengajar tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan transfer
ilmu pengetahuan dari guru ke siswa. Tetapi kegiatan belajar mengajar itu berbagai
macam kegiatan seperti pelatihan seluruh warga sekolah dan patuh terhadap
peraturan yang berlaku di sekolah, saling menghormati, membiasakan hidup bersih
dan sehat serta memiliki semangat untuk bersenang-senang secara adil dan
sejenisnya.
Kultur
sekolah merupakan suatu kreatifitas bersama yang menjadi suatu kebiasaan atau
budaya yang dibentuk dalam perjalanan panjang sekolah yang dapat dipelajari dan
teruji dalam memecahkan kesulitan-kesulitan yang dihadapi sekolah dalam
mencetak lulusan yang cerdas, terampil, mandiri dan bernurani. Budaya sekolah
dipegang bersama oleh kepala sekolah, guru, staf aministrasi, dan siswa sebagai
dasar mereka dalam memahami dan memecahkan berbagai masalah yang muncul di
sekolah. Sekolah menjadi wadah utama dalam transmisi budaya antar generasi.
Maka dari itu kultur sekolah harus dibiasakan dalam perjalanan panjang sekolah
karena sekolah-sekolah yang memiliki kultur yang baik akan mendapat apresiasi
dari masyarakat. Ketika sudah mendapat apresiasi dari masyarakat maka ini
menjadi suatu yang hal baik, yang mana akan memberikan impek baik pada sekolah dalam memasarkan
sekolah yang unggul dan berkualitas menjadi modal untuk menarik minat
masyarakat.
Dengan
citra tersebut, maka sekolah-sekolah ini akan mendapat pengakuan dari
masyarakat. Para orang tua tidak akan ragu menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah-sekolah
pilihan yang sudah mendapat kepercayaan tersebut. Kultur sekolah mendukung
terciptanya motivasi berprestasi untuk para siswa di sekolah. Sebagai sasaran
dan obyek dalam dunia pendidikan, peserta didik diberikan kesempatan yang sama
dalam mengasah bakat, minat, keterampilan, (skill), dan pengetahuan yang telah
diperoleh selama berada di sekolah.
Setiap
peserta didik membawa kulturnya masing-masing dari sekolah sebelumya dan harus
disesuaikan dengan keadaan kultur sekolah yang baru. Maka dalam hal ini duperlukan
peran warga sekolah yaitu guru dan staf lainnya untuk menciptakan kultur
berprestasi agar peserta didik tertarik dan mau terlibat dengan perbaikan mutu
sekolah maka komponen sekolah yang sudah sepakat untuk memajukan kultur sekolah.
Untuk memajukan kultur sekolah yang baik harus bekerja keras membangkitkan
semangat berprestasi untuk para siswa. Khususnya kepala sekolah dan guru, yang
berinteraksi secara langsung dengan orang tua dan siswa di sekolah dalam
membangun semangat dan mendukung keputusan dari siswa untuk mendalami kemampuan
yang mereka miliki. Maka perlu pembimbingan dan kerjasama antara siswa, guru
dan orang tua agar memperoleh hasil yang membanggakan.
Didalam
kultur sekolah terdiri dari kultur positif dan kultur negatif dimana kuktur
sekolah yang positif itu ke lebih
merujuk ke arah yang baik untuk melakukan perubahan dan perbaikan.
Kultur
sekolah yang baik haruslah melibatkan seluruh warga sekolah dalam mendukung
siswa dalam berprestasi, yang mana budaya sekolah yang baik dapat menumbuhkan dan
mendorong semua warga sekolah untuk terus
belajar dan belajar bersama . Dalam hal ini akan berimpek baik, yang
mana akan tumbuh rasa menyenangkan dalam belajar, dan menjadikan belajar menjadi
suatu kebutuhan bukan lagi keterpaksaan. Maka perlu diketahui pula peran warga
sekolah dalam mendukung dan memberikan motivasi bagi siswa-siswi yang memiliki kebutuhan
akan prestasi.
Kultur
sekolah memberikan andil tersendiri dalam meningkatkan mutu sekolah. Di dalam
kultur sekolah terdapat nili-nilai dan keyakinan yang dimiliki oleh sekolah
tersebut. Terdapat nilai-nilai yang dikembangkan oleh sekolah dalam mendukung
siswa-siswi. Nilai-nilai tersebut diantaranya, nilai berprestasi, nilai
kedisiplinan, nilai kebersihan, nilai religi dan nilai pendukung kultur sekolah
lainnya. Sedangkan kultur negatif adalah budaya yang cenderung tidak ingin melakukan perubahan dan
takut mengambil risiko terhadap perubahan. Akibatnya kualitas akan menurun.
Budaya
sekolah sehat memberikan peluang sekolah dan warga sekolah untuk bekerja secara
optimal dan efesien serta memiliki semangat yang tinggi yang mana hal dengan
hal ini mampu terus berkembang. Oleh karena itu, budaya sekolah ini perlu
dikembangkan. Yang mana pada implementasinya nilai-nilai tersebut tidak muncul
begitu saja, melainkan ada usaha untuk membudayakannya kepada para siswa.
Nilai-nilai tersebut disosialisasikan terlebih dahulu ke semua warga sekolah.
Proses sosialisasi nilai-nilai yang dimiliki oleh sekolah lama kelamaan akan menjadi
suatu kebiasaan di dalam kehidupan sekolah dan menjadikannya sebuah kultur yang
berperan dalam membangun prestasi siswa.



Komentar
Posting Komentar