Kurikulum
Nama : Nurul Huda
NIM :12001319
Kelas : 4HPAI
Makul : Magang 1
Dosen Pengampu: Farninda Aditya, M.Pd.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Hello
Everyone, kaifa halukum? Semoga selalu dalam keadaan sehat walafiat.
Pada kali ini saya akan membahas suatu yang
juga mungkin sudah tidak asing lagi bagi teman-teman.
Apa
itu? Yaa kali ini saya akan membahas pemahaman saya yaitu tentang "Kurikulum".
Berbicara
tentang kurikulum, tentu kata kurikulum ini sudah tidak asing lagi karena kata kurikulum
itu sendiri sudah sering kita dengar atau jumpai disuatu pendidikan. Yang mana kurikulum merupakan bagian dari
suatu pendidikan yang tidak dapat dipisahkan dari pendidikan itu sendiri karena
kurikulum merupakan suatu rencana pembelajaran. Dengan mengetahui kurikulum itu
merupakan suatu rencana pembelajaran kita mestinya sadar bahwa di dalam
pendidikan, kurikulum memiliki kedudukan yang sangat penting, yang mana
kurikulum berfungsi sebagai acauan atau yang dapat di pedomani dalam suatu
pendidikan untuk mencapai suatu pendidikan yang telah direncanakan, serta
kurikulum juga membuat pihak yang terlibat dalam pendidikan itu mengerti sistem
pendidikan yang diterapkan. Dengan demikian, pihak yang terlibat dapat
memutuskan pendidikan yang di inginkan. sebagaimana yang terdapat dalam UUD
1945 yaitu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional Pasal 1 butir 19 yaitu: “Kurikulum adalah seperangkat rencana dan
pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan
sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan
pendidikan tertentu”. Singkatnya dengan adanya kurikulum, kita bisa mengetahui
kemana tujuan sebuah pendidikan dijalankan. Yang mana pada lingkup sekolah, kita akan mengetahui
kemana arah pembelajaran yang akan kita terima di sekolah tersebut. Karena
itulah, kurikulum hukumnya wajib ada di setiap institusi pendidikan.
Fungsi
kurikulum secara luas adalah dalam rangka untuk mencapai tujuan pendidikan.
Kurikulum merupakan alat atau usaha untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut.
Tujuan pendidikan tersebut diantaranya adalah:
1.
Tujuan Nasional (Pendidikan Nasional)
2.
Tujuan Institusional (Lembaga atau Institusi)
3. Tujuan Kurikuler (Bidang Studi)
4. Tujuan Instruksional (Penjabaran Bidang Studi)
Seperti
yang telah disebutkan sebelumnya, fungsi kurikulum dapat dibagi kedalam
beberapa pengelompokan berdasar pihak yang berkaitan dengan kurikulum tersebut.
Adapun
fungsi kurikulum bagi pihak yang terlibat dalam pendidikan sebagai berikut:
a.
Kepala Sekolah
Fungsi
kurikulum bagi kepala sekolah adalah sebagai pedoman pengelolaan sistem
pendidikan yang ada disekolah.
b.
Guru
Fungsi
kurikulum bagi guru adalah sebagai pedoman dalam aktifitas belajar mengajar.
Yang mana kurikulum dapat dijadikan suatu patokan yang jelas dalam proses
pengajaran serta dijadikan patokan guru untuk memberikan materi yang harus
diberikan pada peserta didik.
c.
Peserta Didik
Fungsi
kurikulum bagi peserta didik adalah sebagian acuan untuk peserta didik belajar.
Yang mana dengan adanya kurikulum, peserta didik dapat mengetahui materi apa saja
yang harus dipelajari dan juga dipahami. Sehingga dengan adanya kurikulum siswa
dapat mempersiapkan ujian dengan lebih baik.
d.
masyarakat atau orang tua
Fungsi
kurikulum bagi masyarakat terutama orang tua siswa adalah sebagai pedoman dalam
pengawasan anaknya. Pemahaman orang tua terhadap kurikulum, dapat menentukan
pola didik dan tercapainya keberhasilan kurikulum pendidikan sekolah pada
seorang anak.l
Selanjutnya, didalam kurikulum, terdapat beberapa jenis pengembangan kurikum, yang mana point ini juga merupakan suatu hal yang penting untuk diketahui karena dengan mengetahui jenis tersebut dapat dijadikan sebagai acuan oleh beberapa pihak untuk mengetahui atau seseorang untuk mendapatkan pemahaman tentang jenis pengembangan kurikulum itu sendiri guna meningkatkan kualitas pendidikan yang telah direncanakan tersebut. Adapun jenis kurikulum pengembangan diantaranya yaitu:
1.
Kurikulum Nyata
Kurikulum
nyata adalah apa yang terlaksana dalam proses belajar mengajar atau yang
menjadi kenyataan dalam kurikulum yang direncanakan atau diprogramkan. Fakta
(kenyataan) memiliki kecenderungan yang tidak selalu sama dengan sesuatu yang
diharapkan, diinginkan dan dicita-citakan. Oleh sebab itu, apa yang sesuai
tidak selalu sama apa yang diimplementasiakan.
Misalnya
apa yang telah diamanatkan dalam kurikulum nasional atau digariskan dalam
kurikulum tingkat satuan pendidikan, dalam sebenarnya belum tentu bertahan sama
seperti apa yang dilaksanakan didalam kelas atau sekolah.
Para
ahli kurikulum menganggap perlu adanya kriteria yang digunakan sebagai pedoman,
patokan dan ukuran, kurikulum tersebut. Caswell dan Campbell telah merumuskan
beberapa kriteria sebagai berikut;
a.
kegunaan isi kurikulum dalam memahami, dan menilai kehidupan kontemporer.
b.
kegunaan isi kurikulum dalam memuaskan minat dan kebutuhan para siswa.
c.
nilai isi kurikulum dalam mengembangkan kemampuan, sikap dan sebagainya yang bermanfaat
bagi orang dewasa
d. isi
kurikulum signifikan bagi bidang mata pelajaran tertentu.
2.
Kurikulum Sembunyi
Istilah
Hidden Curricullum, terdiri dari dua kata, yaitu: “Hidden dan Curriculum”.
Secara Estimologi, Kata Hidden berasal dari Bahasa Inggris, yaitu hide yang
berarti tersembuyi (terselubung). Sedangkan istilah kurikulum adalah sejumlah
mata pelajaran dan pengalaman belajar yang harus dilalui oleh siswa demi menyelesaikan
tugas pendidikan. Dengan demikian, hidden curriculum adalah kurikulum
tersembunyi atau terselubung. Maksud terembunyi terselubung disisni adalah
kurikulum ini tidak tercantum dalam kurikulum ideal. Meski demikian, kurikulum
ini memiliki andil dalam pencapaian tujuan pendidikan. Yang mana andil dari
kurikulum ini berhubungan dengan segala kegiatan yang mempengaruhi siswa, baik
menyangkut lingkungan sekolah, suasana kelas, pola interaksi bahkan pada
kebijakan serta manajemen pengelolaan sekolah.
Dari 2 jenis pengembangan kurikulum, dapat diketahui Perbandingan Kurikulum nyata (Real Curriculum) dan Hiden (Kurikulum Tersembunyi) yang mana perbandingannya yaitu Kurikulum nyata, adalah kurikulum yang memuat sesuatu yang diinginkan seperti yang tertulis di dalam tujuan kurikulum itu. Kurikulum ini bisa juga diartikan sebagai bahan ajar yang telah direncanakan yang akan dilaksanakan pada kurikulum aktual (nyata). kurikulum aktual, yaitu kurikulum yang dilaksanakan dalam proses pengajaran dan pembelajaran. Kurikulum ini seharusnya tidak jauh beda dengan kurikulum ideal, sehingga tujuan yang diinginkan pun tidak meleset dari tujuan yang telah diinginkan pada kurikulum ideal. Sedangkan Kurikulum tersembunyi, adalah kejadian yang tak di duga yang terjadi pada saat pelaksanaan kurikulum ideal ke dalam kurikulum aktual. Kejadian yang tak terduga ini bisa berasal dari pengaruh guru, kepala sekolah, tenaga administrasi, atau bahkan dari peserta didik itu sendiri. Yang mana kurikulum ini tidak tercantum dalam kurikulum ideal. Meski demikian, kurikulum ini memiliki andil dalam pencapaian tujuan pendidikan.
https://www.researchgate.net/publication/309217524_PENGEMBANGAN_KURIKULUM_DASAR_DAN_TUJUANNYA



Komentar
Posting Komentar