Manajemen Kelas
Nama :
Nurul Huda
NIM : 12001319
Kelas : 4H/PAI
Makul : Magang 1
Dosen Pengampu: Farninda Aditya, M.Pd.tip
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Hello
Everyone, kaifa halukum? Semoga selalu dalam keadaan sehat walafiat.
Manajemen
kelas terdiri dari 2 kata yaitu “ Manajemen dan Kelas” yang mana Manajemen
diartikan sebagai proses penggunaan
sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. Sedangkan kelas diartikan
secara umum sebagai sekelompok siswa yang ada pada waktu yang sama menerima
pelajaran yang sama dari guru yang sama pula.
Dengan demikian, manajemen kelas adalah
segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana belajar mengajar yang
efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik
sesuai dengan kemampuan guna meraih keberhasilan belajar mengajar. Atau dapat juga
diartikan, manajemen kelas sebagai usaha
sadar untuk mengatur kegiatan proses belajar mengajar secara sistematis. Usaha
sadar itu mengarah pada penyiapan bahan belajar, penyiapan sarana dan alat
peraga, pengaturan ruang belajar, mewujudkan situasi/kondisi proses belajar
mengajar dan pengaturan waktu sehingga pembelajaran berjalan dengan baik dan
tujuan kurikuler dapat tercapai.
Pengelolaan kelas yang dilakukan guru
bukan tanpa tujuan. Karena ada tujuan
itulah guru selalu berusaha mengelola kelas, walaupun terkadang kelelahan fisik
maupun pikiran dirasakan. Guru sadar tanpa mengelola kelas dengan baik, maka
akan menghambat kegiatan belajar mengajarnya. Itu sama saja membiarkan jalannya
pengajaran tanpa membawa hasil yaitu mengantarkan anak didik dari tidak tahu
menjadi tahu, dari tidak mengerti menjadi mengerti, dan dari tidak berilmu
menjadi berilmu. Tentu tidak perlu diragukan bahwa setiap kali masuk kelas guru
selalu melaksanakan tugasnya mengelola kelas. Pengelolaan kelas dimaksudkan
untuk menciptakan kondisi dalam kelompok kelas yang berupa lingkungan kelas
yang baik, yang memungkinkan siswa berbuat sesuai dengan kemampuannya.
Kemudian, dengan pengelolaan kelas produknya harus sesuai dengan tujuan-tujuan
yang hendak dicapai.
Adapun
tujuan manajemen kelas yaitu:
1)
Mewujudkan situasi
dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok
belajar, yang memungkinkan peserta didik untuk
2)
mengembangkan
kemampuan semaksimal mungkin.
3)
Menghilangkan
berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran guna
perbaikan proses belajar mengajar pada masa mendatang.
4)
Menyediakan dan
mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan
memungkinkan peserta
didik belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional
dan intelektual peserta
didik dalam kelas.
5)
Membina dan
membimbing peserta didik sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya
serta sifat-sifat individunya.
Manajemen kelas dapat mempengaruhi tingkat kualitas pembelajaran
di kelas karena manajemen kelas benar-benar akan mengelola susasana kelas
menjadi sebaik mungkin agar siswa menjadi nyaman dan senang selama mengikuti
proses belajar mengajar. Oleh karena itu, kualitas belajar siswa seperti
pencapaian hasil yang optimal dan kompetensi dasar yang diharapkan dapat
tercapai dengan baik dan memuaskan. Selain itu, manajemen kelas juga akan
menciptakan dan mempertahankan suasana kelas agar kegiatan mengajar dapat
berlangsung secara efektif dan efisien. Dengan demikian, keterampilan pengelolaan kelas
perlu dimiliki guru, karena hal ini akan membantu dalam pencapaian tujuan
pembelajaran itu sendiri.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dalam manajemen
kelas guru memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan pembelajaran
di sekolah. Yang mana dalam hal ini guru sangat berperan dalam membantu
perkembangan peserta didik untuk mewujudkan tujuan hidupnya secara optimal. Yang
mana di dalam kelas guru malaksanakan dua kegiatan pokok yaitu kegiatan
mengajar dan kegiatan mengelola kelas.
Pengelolaan kelas tidak hanya
berupa pengaturan kelas, fasilitas fisik dan rutinitas. Kegiatan pengelolaan
kelas dimaksudkan untuk menciptakan dan mempertahankan suasana dan kondisi
kelas. Sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung secara efektif dan
efisien. Misalnya memberi penguatan, mengembangkan hubungan guru dengan siswa
dan membuat aturan kelompok yang produktif.
Di kelaslah segala aspek
pendidikan pengajaran bertemu dan berproses. Guru dengan segala kemampuannya,
siswa dengan segala latar belakang dan sifat-sifat individualnya. Kurikulum
dengan segala komponennya, dan materi serta sumber pelajaran dengan segala
pokok bahasanya bertemu dan berpadu dan berinteraksi di kelas. Bahkan hasil
dari pendidikan dan pengajaran sangat ditentukan oleh apa yang terjadi di
kelas. Oleh sebab itu sudah selayaknyalah kelas dikelola dengan baiki,
professional, dan harus terus-menerus. Karena apa? Sebagaimana yang telah disebutkan
diatas bahwa pembelajaran yang
berkualitas tidak hanya ditentukan oleh pembaharuan kurikulum, fasilitas yang
tersedia, kepribadian guru yang simpatik, pembelajaran yang penuh kesan,
wawasan pengetahuan guru yang luas tentang semua bidang, melainkan juga guru
harus menguasai kiat memanejemeni kelas.
Di samping itu juga, dengan manajemen kelas tingkat daya serap materi yang
telah diajarkan guru akan lebih membekas dalam ingatan siswa karena adanya
penguatan yang diberikan guru selama proses belajar mengajar berlangsung.
Agar manajemen kelas dapat terlaksana sesuai yang
diinginkan, maka perlu juga pemahaman akan prinsip-prinsip
manajemen kelas, karena ini penting untuk dikuasai sebelum hal-hal khusus
diketahui. Dengan dikuasainya prinsip-prinsip manajemen kelas, hal ini akan
menjadi filter-filter penyaring yang menghilangkan kekeliruan umum dari
manajemen kelas.
Adapun prinsip manajemen kelas yang
harus dikuasai:
a)
Hangat dan
antusias
Hangat
dan antusias diperlukan dalam proses belajar mengajar. Guru yang hangat dan
akrab dengan anak didik selalu menunjukkan atusias pada tugasnya atau pada
aktivitasnya akan berhasil dalam mengimplementasikan pengelolaan kelas.
b)
Tantangan
Penggunaan
kata-kata tindakan, cara kerja atau bahan-bahan yang menantang akan meni8ngkatkan
gairah anak didik untuk belajar sehingga mengurangi kemungkinan munculnya
tingkah laku yang menyimpang.
c)
Bervariasi
Apalagi
bila penggunaannya bervariasi sesuai dengan kebutuhan. Kevariasian dalam
penggunaan apa yang disebutkan di atas merupakan kunci untuk tercapainya
pengelolaan kelas yang efektif dan menghindari kejenuhan.
d)
Keluwesan
Keluwesan
tingkah laku guru untuk mengubah strategi mengajarnya dapat mencegah
kemungkinan munculnya gangguan anak didik, serta menciptakan iklim belajar
mengajar yang efektif
e)
Penekanan pada
hal-hal yang positif
Pada.
Penekanan pada hal-hal yang positif yaitu penekanan yang dilakukan guru
terhadap tingkah laku anak didik yang positif dari pada mengomeli tingkah laku
yang negative.
f)
Penanaman disiplin
diri
Tujuan
akhir dari pengelolaan kelas adalah anak didik dapat mengembangkan disiplin
diri sendiri.
Daftar Pustaka:
Maman, Rachman. 1998.
Manajemen Kelas. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat
Jenderal Pendidikan Tinggi.
Marini, Arita. 2014. Manajemen
Sekolah Dasar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.



Komentar
Posting Komentar