Sistem Evaluasi

Nama: Nurul Huda

NIM: 12001319

Kelas: 4 H

Makul: Magang 1

Dosen Pengampu: Farninda Aditya, M.Pd.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Pada kali ini saya akan membahas pemahaman saya yaitu tentang “Sistem Evaluasi”.


Secara etimologi evaluasi berasal dari kata evaluation yang berarti penilaian dan atau penaksiran. Secara terminologi, evaluasi adalah penilaian terhadap tingkat keberhasilan siswa mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam sebuah program. Evaluasi dalam pendidikan islam merupakan cara atau teknik penilaian terhadap tingkahlaku manusia karena manusia hasil pendidikan islam bukan saja sosok pribadi yang tidak hanya bersikap religious, melainkan juga berilmu dan berketerampilan yang sanggup beramal dan berbakti kepada tuhan dan masyarakatnya.
Jadi, evaluasi dalam proses belajar mengajar merupakan langkah akhir dan juga merupakan titik awal dalam menentukan perencanaan pengajaran yang akan dilakukan. Dengan mengevaluasi, pendidik bisa mengetahui sejauh mana peserta didiknya menerima pengajaran yang telah disampaikannya dan dengan itu pendidik juga bisa menela’ah metode ajar yang ia gunakan sehingga bisa memperbaiki, dan atau mempertahankan metode pengajaran yang digunakan apabila hasil evaluasi yang dibeikan kepada peserta didiknya sudah mencapai hasil yang di inginkan.

Evaluasi merupakan proses yang harus dilaksanakan untuk mengetahui tingkat target pencapaian kinerja maupun dalam upaya peningkatan mutu suatu organisasi. Sekolah sebagai suatu organisasi juga perlu melaksanakan suatu sistem evaluasi. Dengan tujuan mengetahui tingkat pencapaian kinerja sekolah yang nantinya akan digunakan dalam proses perencanaan sekolah dan siklus pengembangan mutu sekolah.
Guru adalah sumber daya utama dari organisasi sekolah. Sehingga evaluasi terhadap guru merupakan bagian yang penting dari suatu sistem evaluasi dalam sekolah. Bahkan terdapat anggapan penilaian guru adalah bagian integral dari praktik mengevaluasi sekolah (Stake, 1989). Sebab kualitas guru diyakini berperan penting dalam meningkatkan keseluruhan kualitas pendidikan (Peterson, 2000; 450).

Evaluasi pembelajaran merupakan suatu usaha untuk memperbaiki mutu proses belajar mengajar. Informasi-informasi diperoleh dari pelaksanaan evaluasi pembelajaran pada gilirannya digunakan untuk memperbaiki kualitas proses belajar mengajar.
Setiap guru dalam melaksanakan evaluasi harus paham dengan tujuan dan manfaat dari evaluasi atau penilaian tersebut. Selain itu Guru sebagai pengarah dan pembimbing, sedang siswa sebagai orang yang mengalami dan terlibat aktif untuk memperoleh perubahan yang terjadi pada diri siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar, maka guru bertugas melakukan suatu kegiatan yaitu penilaian atau evaluasi atas ketercapaian siswa dalam belajar. Selain memiliki kemampuan untuk menyusun bahan pelajaran dan keterampilan menyajikan bahan untuk mengkondisikan keaktifan belajar siswa, guru diharuskan memiliki kemampuan mengevaluasi ketercapaian belajar siswa, karena evaluasi merupakan salah satu komponen penting dari kegiatan belajar mengajar.
Meskipun pada hakikatnya guru haruslah paham dan melaksanakan evaluasi dengan sebaik-baiknya, tetapi ada juga guru yang tidak menghiraukan tentang kegiatan ini, yang penting ia masuk kelas, mengajar, mau ia laksanakan evaluasi diakhir pelajaran atau tidak itu urusannya. Yang jelas pada akhir semester ia telah mencapai target kurikulum. Ini yang menjadi permasalahan dalam dunia pendidikan saat ini.

Kedudukan Evaluasi dalam Sistem Pendidikan Evaluasi dalam proses pendidikan bersifat mutlak dan perlu adanya (signifikan), karena dengan adanya evaluasi lembaga pendidikan mampu mengontrol hasil belajar peserta didiknya dan meningkatkan kinerja pembelajarannya serta menganlisis setiap metode yang digunakan pendidik dalam proses belajar mengajar. Bukan hanya itu dengan adanya evaluasi pendidik mampu mengklasifikasikan peserta didik berdasarkan kemampuannya dan apabila memungkinkan bagi peserta didik yang memiliki kecerdasan superior bisa disatukan dalam program kelas akselerasi, sehingga tidak menghambat kreatifitas dan kredibilitas anak-anak superriot tersebut dan pendiam juga bisa memanfaatkan anak-anak yang memang memiliki kecerdasan di atas rata-rata sebagai fasilitator bagi teman sebayanya. Inilah fungsi aplikatif dari evaluasi hasil pembelajaran. Menurut Darwyan Syah mengutip perkataan M Chabib Thoha ada tiga alasan diperlukannnya evaluasi dalam dunia pendidikan termasuk pendidikan agama islam:
Pertama, terdapat hubungan interdependensi antara tujuan pendidikan, proses belajar mengajar, dan prosedur evaluasi. Tujuan pendidikan akan mengarahkan bagaimana pelaksanaan prosedur belajar mengajar seharusnya dilaksanakan, sekligus merupakan kerangka acuan untuk melaksanakan evluasi hasil belajar.


Kedua, kegiatan mengevaluasi terhadap hasil belajar merupakan salah satu pendidik professional. Suatu pekerjaan dipandang professional bila pekerjaan tersebut memerlukan pendidikan yang lebih lanjut (advance education) dan latihan khusus (special training).

Ketiga, bila dilihat dari pendekatan kelembagaan, kegiatan pendidikan adalah merupakan kegiatan manajemen, yang meliputi kegiatan Planning, Programming, Organizing, Actuating, Controlling dan Evaluating. 

Fungsi Evaluasi Pendidikan

Kegiatan mengevaluasi pendidikan sangat penting dalam proses belajar mengajar. Secara umum fungsi evaluasi pendidikan adalah untuk mendorong dan memotifasi siswa untuk belajar, memantau ketercapaian standar ketuntasan belajar minimum yang telah ditetapkan dan dicapai oleh siswa, sebagai pertanggungan jawab public kepada steak holder pendidikan (sekolah, guru, orangtua, siswa dan masyarakat), sebagai alat untuk mengendalikan dan menjamin mutu kualitas pembelajaran yang yang dilaksanakan di sekolah oleh guru maupun
siswa, dan menemukan kesulitan belajar siswa. Seain itu, Ada beberapa fungsi evaluasi yang ditinjau dari berbagai aspek, diantaranya :
Fungsi evaluasi pendidikan ditinjau dari sisi guru dan siswa. Bagi siswa evaluasi pendidikan berfungsi untuk membantu dalam mengaktualisasikan dirinya dengan cara mengembangkan atau mengubah tingkhlakunya kearah yang lebih baik dan lebih maju, memperoleh kepuasan atas segala upaya yang telah dikerjakannya.

Bagi guru evaluasi pendidikan berfungsi untuk membantu menetapkan berbagai metode dan media, alat dan sumber belajar serta pendekatan pembelajaran yang televan dengan kompetensi yang akan di capai pada proses pembelajaran membuat pertimbangan dan keputusan di bidang administratif berkaitan dengan prosedur penilaian yang akan digunakan serta format-format atau instrument yang perlu
dipersiapkan dalam kegiatan penilaian, mengetahui kemajuan belajar peserta didik, mengetahui kedudukan masing-masing individu peserta didik dalam kelompoknya, mengetahui kelemahan-kelemahan dalam proses belajar mengajar, memperbaiki proses belajar mengajar, menentukan kelulusan peserta didik.

Sistem evaluasi atau penilaian adalah cara yang digunakan dalam menentukan derajat keberhasilan hasil penilaian, sehingga kedudukan siswa dapat diketahui, apakah telah mencapai tujuan intruksional ataukan belum. Sistem penilian hasil belajar pada umumnya dibedakan dua sistem, yakni penilaian acuan norma (PAN) dan penilaian acuan Patokan (PAP). Penilaian acuan norma (PAN) adalah penilaian yang diacukan kepada rata-rata kelompoknya.


Komentar

Postingan Populer