Strategi Pembelajaran
Nama: Nurul Huda
NIM: 12001319
Kelas: 4 H
Makul: Magang 1
Dosen Pengampu: Farninda Aditya, M.Pd.
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Pada kali ini saya akan membahas pemahaman saya yaitu tentang “Strategi Pembelajaran”.
Dalam melaksanakan tugas guru secara profesional, guru memerlukan wawasan yang mantap dan utuh tentang kegiatan belajar mengajar. Seorang guru harus mengetahui dan memiliki gambaran secara menyeluruh mengenai langkah-langkah apa saja yang diperlukan sehingga tugas-tugas keguruannya bisa dilakukan dengan baik dan memperoleh hasil sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
Salah satu wawasan yang perlu diketahui dan dimiliki guru adalah “Strategi Pembelajaran”. Stategi pembelajaran adalah metode dalam arti luas yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, penilaian, pengayaan, dan remedial yaitu memilih dan menentukan perubahan perilaku, pendekatan prosedur, metode, teknik, dan norma-norma atau batas-batas keberhasilan. Yang mana strategi pembelajaran merupakan garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam rangka mencapai tujuan yang telah digariskan.
Secara singkat, menurut Slameto strategi pembelajaran mencakup 8 unsur perencanaan tentang:
1. Komponen sistem yaitu guru/dosen, siswa/mahasiswa baik dalam ikatan kelas, kelompok maupun perorangan yang akan terlibat dalam kegiatan belajar mengajar telah disiapkan,
2. Jadwal pelaksanaan, format dan lama kegiatan telah disiapkan,
3. Tugas-tugas belajar yang akan dipelajari dan yang telah diidentifikasikan
4. Materi/bahan belajar, alat pelajaran dan alat bantu mengajar yang disiapkan dan diatur,
5. Masukan dan karakteristik siswa yang telah diidentifikasikan
6. Bahan pengait yang telah direncanakan,
7. Metode dan teknik penyajian telah dipilih, misalnya ceramah, diskusi dan lain sebagainya, dan
8. Media yang akan digunakan. (Slameto, 1991: 91-92)
Yang mana didalam strategi pembelajaran, meliputi sembilan aktivitas dalam pembelajaran yaitu
1. Menarik perhatian peserta didik
2. Memberikan informasi tujuan pembelajaran pada peserta didik
3. Mengulang pembelajaran yang bersifat prasyarat untuk peserta didik menguasainya
4. Memberikan stimulus
5. Memberi petunjuk cara wisata materi yang bersangkutan
6. Peserta kinerja peserta didik terkait dengan apa yang sudah disampaikan
7. Memberikan umpan balik terkait dengan kinerja atau tingkat pemahaman peserta didik
8. Memberikan penilaian
9. Memberikan kesimpulan
Pada dasarnya tahap-tahap kegiatan mengajar itu mencakup persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut. Sebetulnya strategi belajar mengajar meliputi seluruh kegiatan/tahapan-tahapan tersebut, tetapi titik beratnya berada (terutama) di tahap persiapan.
a. Persiapan pengajaran
1). Perumusan tujuan pengajaran
Rumusan tujuan pengajaran merupakan pernyataan tentang apa yang diharapkan untuk diketahui, dilakukan dan dihayati oleh siswa seteiah menyelesaikan suatu kegiatan belajar. Kemampuan yang diperoleh sebagai hasil mengikuti pengalaman belajar, pada hakikatnya perubahan tingkah laku yang dapat diukur atau sekurang-kurangnya ada sesuatu yang dapat dijadikan indikator terjadinya perubahan.
2). Pengembangan alat evaluasi
Untuk mengukur keberhasilan pencapaian tujuan pengajaran, disusun alat evaluasi yang sesuai dengan perubahan tingkah iaku. Pada tahap ini dirancang alat evaluasi yang akan digunakan seperti tes lisan, tertulis, perbuatan dan Iain-lain.
3). Analisis tugas belajar dan identifikasi kemampuan siswa
Kemampuan yang ingin dicapai sebagai tujuan pengajaran, diurai (dianalisis) atas unsur-unsur tingkah laku yang membentuk kemampuan tersebut. Unsur-unsur yang telah diidentifikasi tersebut diseleksi sehingga unsur-unsur yang belum dikuasai sejalah yang dipilih sebagai bahan pelajaran. Pada tahap ini juga diidentifikasi karakteristik individual siswa seperti: kecerdasan/bakat, kebiasaan belajar, motivasi belajar, kemampuan awal dan kebutuhan belajar siswa, terutama yang menyangkut kesulitan belajarnya.
4). Penyusunan strategi belajar mengajar
Strategi belajar mengajar pada hakikatnya adalah rencana kegiatan belajar mengajar yang dipilih oleh guru dalam rangka usaha pencapaian tujuan pengajaran yang telah disiapkan. Kriteria yang bisa dipakai dalam memilih strategi adalah efisiensi, efektivitas dan keterlibatan siswa.
b. Pelaksanaan belajar mengajar
Tahap ini merupakan pelaksanaan strategi belajar mengajar yang telah dipersiapkan pada tahap sebelumnya:
1. Pengelolaan kelas: klasikal, kelompok, tim atau yang lainnya. Termasuk pengaturan tempat duduk.
2. Penyelenggaraan tes untuk memperoleh balikan mengenai penguasaan siswa tentang bahan pelajaran terdahulu yang ada hubungannya dengan pelajaran baru.
3. Penyajian bahan pelajaran sesuai dengan metode dan teknik penyajian yang dikemukakan dalam strategi pembelajaran.
4. Pemberian motivasi dan penguatan.
5. Monitoring proses belajar mengajar.
c. Evaluasi hasil dan program belajar
Tahap kegiatan ini dimaksudkan untuk memperoleh balikan tentang hal-hal berikut:
1. Taraf pencapaian tujuan pengajaran.
2. Kesesuaian antara metode dan teknik pengajaran dengan sifat bahan pelajaran, tujuan yang ingin dicapai, karakteristik siswa dan kemampuan dasar siswa.
3. Keberhasilan program dalam mencapai tujuan program.
4. Keseksamaan alat evaluasi yang digunakan dengan tujuan
pengajaran/tujuan program yang ingin dinilai keberhasilannya.
d. Perbaikan program kegiatan belajar mengajar (tindak lanjut)
Bagi siswa yang gagal mencapai tingkat keberhasilan yang telah ditetapkan, perlu diselenggarakan pengajaran remedial mengenai aspek-aspek, pokok-pokok bahasan dari tugas belajar dan tujuan pengajaran yang belum dikuasai.
Dengan mengetahui dan memiliki strategi, seorang guru akan mempunyai pedoman untuk bertindak, atau harus ditempuh agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung secara teratur, sistematis, terarah, lancar dan efektif.
Agar dapat merancang serta melaksanakan strategi pembelajaran yang efektif perlu memperhatikan unsur-unsur strategi dasar atau
tahapan langkah sebagai berikut:
1. Menetapkan spesifikasi dari kualifikasi perubahan perilaku, tujuan
selalu dijadikan acuan dasar dalam merancang dan melaksanakan setiap kegiatan pembelajaran. Oleh sebab itu tujuan pembelajaran harus dirumuskan secara spesifik dalam arti mengarah kepada perubahan perilaku tertentu dan operasional dalam arti dapat
diukur.
2. Memilih pendekatan pembelajar, suatu cara pandang dalam menyampaikan yang telah direncanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran harus dipertimbang dan dipilih jalan pendekatan utama yang dipandang paling ampuh, paling tepat, dan paling efektif guna mencapai tujuan.
3. Memilih dan menetapkan metode, teknik, dan prosedur pembelajaran.
1. Metode merupakan cara yang dipilih untuk menyampaikan bahan sesuai dengan tujuan pembelajaran
2. Teknik merupakan cara untuk melaksanakan metode dengan sarana penunjang pembelajaran yang telah ditetapkan dengan memperhatikan kecepatan dan ketepatan belajar untuk mencapai tujuan
3. Merancang Penilaian
4. Merancang Remedial
5. Merancang Pengayaan.
Dengan strategi yang dimiliki guru, diharapkan para siswa dapat belajar secara efektif dan efisien, serta mengena pada tujuan yang diharapkan. Bagi guru diharapkan sedikit banyak akan membantu memudahkan dalam proses melaksanakan tugasnya.
Suatu kegiatan belajar mengajar yang dilakukan tanpa strategi, berarti kegiatan tersebut dilakukan tanpa pedoman dan arah yang jelas. Suatu program yang dilaksanakan tanpa pedoman dan arah yang jelas. dapat menyebabkan terjadinya penyimpangan-penyimpangan, yang pada gilirannya bisa mengakibatkan tidak tercapainya tujuan yang telah digariskan.



Komentar
Posting Komentar